Tantangan dan Peluang Dakwah Mubaligh dI Era Digtalisasi

Isi Artikel Utama

Ahmad ramdan

Abstrak

ABSTRAK


Proses penyampaian dakwah tidak telepas dari proses komunikasi, karena dakwah sejatinya adalah sebuah komunikasi, mubaligh (da’i) sebagai komunikator menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada sasaran dakwah (mad’u) sebagai komunikan dengan berbagai cara serta melalui berbagai media yang ada. Dakwah juga berupaya untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri mad’u, yaitu suatu kesadaran yang memungkinkan sasaran dakwah  mempunyai persepsi, pemahaman dan kesadaran yang cukup sempurna tentang Islam sebagai sumber nilai dalam hidupnya, dan juga dapat menumbuhkan kekuatan dan kemauan dalam dirinya untuk menginternalisasikan, merealisasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Islam. Sedangkan tantangan dan peluang mubaligh di era digital dalam melaksanakan dakwahnya dapat berbertuk; Pertama, dakwah bil lisan (ajakan lisan, dakwah mimbar ke mimbar). Kedua, dakwah bil qalam (tulisan). Dakwah bil qalam yaitu dakwah yang mengajak manusia untuk berbuat kebaikan dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah Swt. lewat seni maupun tulisan. Ketiga, dakwah bil hal (perbuatan), yakni mengajak, dan meneyu dengan perbuatan dan tindakan nyata. Keempat, membentuk kerja tim dalam tabligh, seperti frontman, di belakang mereka harus ada litbang, tim teknis, dan lain-lain.


 


Kata kunci: Dakwah, Mubaligh, Era Digital

Rincian Artikel

Cara Mengutip
ramdan, A. (2023). Tantangan dan Peluang Dakwah Mubaligh dI Era Digtalisasi. Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Tasawuf, 5(1), 32–52. Diambil dari https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/206
Bagian
Artikel

Referensi

Andi Faisal Bakti dan Venny Eka Maedasari. 2012. Trendsetter Komunikasi di Era

Digital: Tantangan dan Peluang Pendidikan Komunikasi dan Penyiaran

Islam, Jurnal Komunikasi Islam, Volume 02, Nomor 01 Juni 2012, diunduh

Januari 2022, pukul: 10.30 WIB.

Arif Ramdan Sulaeman. 2019. Tantangan Jurnlisme Dakwah di Era Digital,

Stimulus: Internasional Journal of Coommunication and Social Science,

Volume 1 Nomor 2 2019, diunduh 2 Januari 2022, pukul: 14.00 WIB.

Asep Shodiqin. 2012. Reposisi Mubaligh: Dari Personal Menuju Agent of Change

Jurna Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol. 6 No. 2

Desember 2012, diunduh 2 Januari 2022, pukul: 11.00 WIB.

Dita Verolyna dan Intan Kurnia Syaputri. 2021. Cyber Dakwah: Plus Minus

Penyiaran Islam Pada Era Disruptif, Jurnal: Dakwah dan Komunikasi,

Volume 6 Nomor.1 2021, diunduh 2 Januari 2022, pukul: 09.30 WIB.

Efa Rubawati. 2018. Media Baru: Tantangan dan Peluang Dakwah, Jurnal Studi

Komunikasi, Vol.2 No.1 2018, diunduh 1 Januari 2022, pukul: 14.00 WIB.

Jusmiati. Tantangan dan Peluang Berdakwah Menggunakan New Media

https://osf.io › kuycs, Institut Agama Islam Negeri Parepare Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, diunduh 3 Januari 2022, pukul: 11.00 WIB., hal. 2-3.

M. Marhen. 2018. Persiapan Mubaligh dalam Mengemas Materi Tabligh, Artikel

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan

Dakwah, IAIN Batusangkar 2018, diunduh 3 Januari 2022, pukul: 09.00

WIB.

Nur Ahmad. 2013. Tantangan Dakwah di Era Teknologi Informasi, Jurnal At-

Tabsyir: Komunikasi Penyiaran Islam, STAIN Kudus, Jawa Tengah Volume 1 Nomor 1 Januari-Juni 2013, diunduh 1 Januari 2022, pukul: 13.30 WIB.

Nawawi. 2009. Kompetensi juru Dakwah. Jurnal; Komunika, ISSN: 1978-1261,

p-287-297, Vol. 3 No. 2 Juli Desember 2009, STAIN Purwokerto, diunduh

Januari 2022, pukul: 11.00 WIB.

Rustam Aji. 2016. Digitalisasi Era Tantangan Media, Islamic Communication

Journal, Vol. 01, No. 01, Mei-Oktober 2016, diunduh 2 Januari 2022, pukul:

30 WIB.

Puji Rahayu. 2019. Pengaruh Era Digital Terhadap Perkembangan Bahasa Anak,

Jurnal: Al-Fathin Vol. 2 Edisi Januari-Juni 2019, diunduh 2 Januari 2022,

pukul: 13.00 WIB.