https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/issue/feed Iktisyaf 2020-11-21T12:12:14+00:00 Opik Jamaludin, M. Sos opikjamaludin3@gmail.com Open Journal Systems <p>Iktisyaf, jurnal berkala enam bulanan diterbitkan oleh STID Sirnarasa. iktisyaf terbit pertama kali pada tahun 2019 dalam bentuk cetak terbatas. Kini, 2020 Iktisyaf terbit secara online.</p> https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/2 NILAI-NILAI KITAB TA’LIMUL MUTA’ALIM DALAM PESANTREN MELALUI DAKWAH FARDIYAH 2020-11-21T11:15:56+00:00 dadang Muliawan dadang@stidsirnarasa.ac.id Ade Abdul Kustiana ade@gmail.com <p>Dakwah Fardiyah merupakan salah satu metode yang baik dalam tercapainya pesan seorang da’i kepada mad’u. dan salah satu pesan yang di berikan adalah Nilai-nilai dari kitab Ta’limul Muta’alim karangan Syekh az-Zarnuji, kitab ini adalah kajian penting di setiap pesantren, Kitab ini menjadi suatu pedoman bagi para santri dalam meraih keberhasilan dalam mencari ilmunya, namun tidak semudah itu dalam memahami nilai-nilai yang terdapat pada kitab ini perlu adanya suatu metode dalam penyampaian nilai-nilai yang ada pada Kitab Ta’limul Muta’alim ini, salah satu dari metode penyamnpaian nilai ini&nbsp; dengan dakwah fardiyah. Penelitian ini betujuan untuk mengkaji metode-metode dalam penyampaian nilai-nilai kitab ta’limul muta’alim yang dilakukan di Pesantren Sirnarasa. Upaya dari peneitian ini ditujukan Pertama, untuk mengetahui nilai-nilai yang ada pada kitab ta’limul muta’alim, Kedua, untuk mengetahui implementasi dari nilai-nilai kitab ta’limul muta’alim melalui dakwah fardiyah.Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka menggunakan metode penelitian yang digunakan dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif, sumber data dari Kitab Ta’limul Muta’alim dan dikuatkan dengan wawancara bersama Mudaris Pesantren Sirnarasa.Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif yakni Proses bergulir dan peninjauan kembali selama proses penelitian sesuai dengan fenomena dan strategi penelitian yang dipilih peneliti memberi warna analisis data yang dilakukan, namun tidak akan terlepas dari kerangka pengumpulan data, reduksi data, penyajian (display) data, dan kesimpulan/verifikasi, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dakwah fardiyah menjadi metode yang tepat dalam menanamkan pemahaman nilai-nilai yang ada pada kitab Ta’limul Muta’alim, karena Dakwah fardiyah terletak pada fokus perhatian yang lebih terhadap mad’u dan kesempatan memberi pengaruh lebih besar, sehingga menjadi besar pula tingkat keberhasilan mengajak orang ke jalan dakwah. Hasil dari Penelitian ini adalah sebagai berikut Nilai-nilai yang terdapat pada kitab Ta’limiul Muta’alim yakni Nilai Ta’dziman Watakriman, Nilai Semangat Juang, dan Menjauhi Sifat Malas. Implementasi dari nilai-nilai diatas adalah 1. Nilai ta’dziman watakriman dalam dakwah fardiyahnya menggunakan cara Hikmah, Mauizhah Hasanah, Mujadalah bi al-lati hiya ahsan, 2. Nilai Semangat Juang dakwah fardiyahnya dengan cara Uswah Hasanah dan Ta’aruf. 3. Nilai Menjauhi Sifat malas Dakwah fardiyahnya menggunakan cara : Tilawah, Tausiyah, Mauizhah Hasanah.</p> 2019-09-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/3 BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN 2020-11-21T11:44:07+00:00 Yudi Guntara yudipasca@yahoo.co.id Nisa nisa@gmail.com <p>Memiliki akhlak yang mulia perlu melalui proses bimbingan. Bimbingan yaitu memberikan informasi berupa penyajian pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambill suatu keputusan atau memberi tahu akan sesuatu sambil memberikan nasehat. Membentuk akhlakul karimah dilakukan dengan cara mendidik, menanamkan dan membiasakan akhlak yang baik, sejak kecil sampai tumbuh dewasa, atau bahkan sampai di usia senja, dan sampai menjelang meninggal, sebagaimana perintah dalam menacari ilmu dimulai sejak dari ayunan sampai ke liang lahat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan kuantitatif, penelitian kualitatif menurut Uhar adalah prosedur yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis ataupun secara lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini nmemiliki tujuan untuk memahami bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di Raudathul Athfal Riyadhul Jannah Baros. Karena persentase yang diperoleh adalah sebesar 70,30% dan angka ini berada pada rentang persentase 50%-75%, maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di lembaga RA Riyadhul Jannah Dusun Baros Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis tergolong kurang efektif.</p> 2019-09-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/4 UPAYA BIMBINGAN PEMBINAAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM ANTISIPASI PERNIKAHAN TANPA MELALUI PENCATATAN KUA DI KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR 2020-11-21T11:49:52+00:00 Ahmad Gojin ahmadgojin72@gmail.com Sofyan Ruskandar sofyan@ymail.com <p>Kebanyakan orang meyakini bahwa pernikahan tanpa melalui pencatatan KUA dianggap sah menurut hukum Islam apabila telah memenuhi rukun dan syarat-syaratnya, sekalipun pernikahan tersebut tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Akibat dari pemahaman tersebut timbullah dualism hukum yang ada di Negara Indonesia ini, yaitu disatu sisi perkawinan itu harus dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan disisi lain perkawinan tanpa dicatatpun tetap berlaku. Jika dilihat dari kenyataan yang ada, nikah dibawah tangan merupakan salah satu model perkawinan yang bermasalah dan cenderung mengutamakan kepentingan-kepentingan subjektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang memuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data berupa ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati didapat untuk mengungkap mengenai peran KUA dalam meminimalisir nikah tanpa pencatatan di Kecamatan Purwaharja. Tempat ataupun wilayah yang akan dijadikan lokasi dalam penelitian ini adalah Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwaharja Kota Banjar dengan waktu penelitian yang diperlukan kurang lebih selama tiga bulan yakni dari bulan April sampai Juni 2018. Berdasarkan hasil Pemeriksaan dan Pencatatan Nikah dan Rujuk dengan peristiwa Nikah di Kecamatan Purwaharja pada tahun 20017 sebanyak 202 pernikahan. Selanjutnya berdasarkan catatan Pengadilan Agama dari bulan Januari sampai bulan Desember tahun 2017 masyarakat yang melakukan nikah tanpa pencatatan KUA berdasarkan alamat domisili pemohon itsbat nikah dengan jumlah yang sangat lumayan besar yaitu 17 orang dengan 4 Desa/Kelurahan yang berada dibawah naungan Kecamatan Purwaharja. Upaya yang dilakukan Kantor Urusan Agama kecamatan Purwaharja dalam meminalisir pernikahan dibawah tangan adalah: Pertama, melakukan penyuluhan-penyuluhan Pencatatan Pernikahan dan Keluarga Bahagia yang dilakukan oleh Badan Penasehat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) di Kantor Urusan Agama kepada calon pengantin dan wali. Kedua, melakukan sosialisasi tentang pentingnya pencatatan pernikahan dan dampak buruknya terhadap keluarga, ibu dan anak melalui seminar-seminar dan pengajian-pengajian yang diadakan oleh Departemen Agama melalui perwakilannya di kecamatan yang diselenggarakan di masyarakat. Ketiga, Kantor Urusan Agama saling bekerjasama dengan rekan kerjanya yang berada di setiap desa yaitu P3N (Pembantu Pegawai Pencatat Nikah/ Amil Desa) bersama staff aparatur desa melakukan penyuluhan-penyuluhan setiap 2 Bulan sekali kepada masyarakat yang diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan juga sering diselenggarakan di balai desa sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati</p> 2020-11-21T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/5 PENGARUH METODE DZIKIR LAA ILAAHA ILLAALLAH TERHADAP AKHLAK SANTRI PUTRI BINAAN 2020-11-21T12:01:45+00:00 Syuhudul Anwar syuhud@stidsirnarasa.ac.id Ai Nur Syamsiah ainur@gmail.com <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui&nbsp; dan menganalisis pengaruh metode dzikir Laa Ilaaha Illaallah terhadap akhlak santri putri binaan di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif statistik. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 64 orang. Metode ini digunakan untuk mendeteksi seberapa besar pengaruh pada suatu faktor yang berkaitan dengan satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Data yang ingin diperoleh adalah tinggi rendahnya pengaruh antara variabel X (metode dzikir Laa ilaaha illaallah) terhadap variabel Y (akhlak santri binaan) di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Angka koefisien korelasi sebesar 0,70 menghasilkan kadar pengaruh metode dzikir Laa ilaaha illaallah terhadap akhlak santri putri binaan sebesar 29%. Ini berarti masih terdapat 71% dari faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap akhlak para santri binaan. Faktor-faktor tersebut adalah kapasitas dasar (IQ), motivasi, kematangan, kebiasaan, lingkungan, masyarakat dan teman pergaulan. Berdasarkan hasil perhitungan angka koefisien korelasi sebesar 0,70 termasuk kedalam kategori tinggi, karena berada pada rentang nilai 0,61 – 0,80. Oleh karena itu, hubungan antara variabel X dengan variabel Y berkorelasi tinggi. Hasil perhitungan uji hipotesis ternyata t hitung = 7,72 lebih besar daripada t tabel = 1,67. Dalam keadaan demikian, maka hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dapat diterima, dengan kata lain terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.</p> 2019-09-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/6 SHUHBAH SEBAGAI INTERAKSI KOMUNIKASI ANTARA MURID DAN MURSYID THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA 2020-11-21T12:06:52+00:00 Feriyanto Feriyanto feriyanto@stidsirnarasa.ac.id Nurhasanah nurhasanah@gmail.com <p>Secara psikologis, manusia membutuhkan seorang motivator yang bisa memberinya semangat dalam berbagai hal, termasuk dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam tasawuf, motivator itu biasa disebut mursyid (pembimbing). Adapun seseorang yang mendalami tasawuf di bawah bimbingan mursyid disebut dengan murid. Dalam perjalanan ini, seorang murid akan menemukan berbagai hal yang perlu dikonsultasikan dengan orang yang lebih berpengalaman dan juga (mungkin) pernah mengalaminya. Proses interaksi antara murid dan mursyid disebut shuhbah. Peresmian hubungan antara murid dan mursyid ditandai dengan baiat atau talqin. Proses ini didasarkan pada Al Qur’an, hadits, serta ijma’ para ulama. Pentingnya shuhbah bagi murid di antaranya: relaksasi, problem solving (penyelesaian masalah), mahabbah fillah (cinta yang sejati kepada Allah swt.), mahabbah fi syaikh (cinta pada syekh), mahabbah fii ikhwan (cinta kepada saudara), ma’rifat (mengenal Allah swt.), musyahadah (penyaksian), istiqamah (teguh pendirian/selalu konsekuen), mujahadah (tekun/rajin/sungguh-sungguh). Ada pengaruh ruhani yang didapatkan, diantaranya ringan dalam menjalankan ibadah, terjadinya transfer ilmu, energi positif dan spiritual dari sang guru ke murid. Selain itu, ada pengaruh berkah yang diraih dari tatapan mursyid kepada murid. Seorang murid yang akan bersungguh-sungguh untuk berjalan bersama mursyidnya dalam rangka mengosongkan jiwa dari segala penyakit-penyakit dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, mutlak untuk shuhbah kepada mursyidnya. Murid harus duduk bersama mursyid, mendengarkan taujihad (nasehat) dari mursyid, lalu mengikuti segala arahan dan bimbingan dari mursyidnya. Ada beberapa motivasi murid melakukan shuhbah, di antaranya cinta kepada guru, problem solving, dan mengikuti ajakan seseorang. Dengan adanya interaksi yang intensif antara murid dan mursyid, mursyid memberikan pengaruh dengan member dan memompa semangat dalam beribadah kepada Allah swt.</p> 2019-09-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/7 PROSES MEDIASI DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA 2020-11-21T12:12:14+00:00 Novi Hidayati Afsari xanovha@gmail.com Ineu Andini yuni@gmail.com <p>Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui perundingan pihak ketiga (mediator) yang netral tidak memihak, tidak bekerja dengan pihak yang bersengketa, membantu yang bersengketa mencapai kesepakatan hasil negosiasi yang memuaskan. Salah satu sengketa yang terjadi yaitu perceraian, mediasi perceraian ialah suatu upaya yang dilakukan Pengadilan Agama untuk menekan tingginya angka perceraian. Tingginya angka perceraian di daerah kabupaten Ciamis merupakan suatu permasalahan yang sangat sulit di selesaikan dengan cara kekeluargaan. Untuk itulah perlu adanya mediasi sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya perceraian. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mediasi perceraian dalam mencegah perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1-A Ciamis Jawa Barat. Penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis mupun lisan dan perilaku yang nyata diteliti sebagai sesuatu yang utuh.Hasil dari penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung karang ialah bahwa mediasi bukanlah sekedar formalitas saja yang harus dilalui dalam proses perceraian, akan tetapi dalam proses mediasi serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi mediator dalam proses mediasi, Hakim Mediator bersungguh-sungguh mengupayakan pihak yang bersengketa baik suami ataupun istri yang ingin bercerai untuk bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi melalui proses mediasi yang diatur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016.</p> 2019-09-18T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2020 Iktisyaf