Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf <p>Iktisyaf, jurnal berkala enam bulanan diterbitkan oleh STID Sirnarasa. iktisyaf terbit pertama kali pada tahun 2019 dalam bentuk cetak terbatas. Sejak, 2020 Iktisyaf terbit secara online dengan <a href="http://u.lipi.go.id/1605515810" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN 2774-5511</a>. Sejak tahun 2021, Iktisyaf telah menjadi anggota crossref dengan prefiks DOI 10.53401.</p> STID Sirnarasa id-ID Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf 2774-5511 Bias Gender dalam Dakwah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/42 <p>Jamaah TQN PP. Suryalaya berjumlah ribuan, yang terdiri dari semua kalangan, laki-laki, perempuan, tua maupun muda, dari berbagai kesetaraan ekonomi yang berbeda, dan latar belakang pendidikan yang berbeda pula. Setiap orang harus tahu dan memahami setiap isi ajaran yang ada dalam TQN PP. Suryalaya. Selain dari Mursyid, setiap jama’ah atau murid bisa mendapatkan pesan tentang ajaran tersebut melalui para Da’i dan Da’iah yang ada di lingkungan TQN itu sendiri tanpa terkecuali. Namun fakta yang ditemukan justru tidak adanya sosok panutan seorang Da’iah yang muncul dipublik, sehingga menjadi salah satu kendala tidak tersampainya pesan tadi dengan baik khususnya kepada kalangan perempuan. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi jama’ah TQN tentang peran Da’i Perempuan dalam lingkup TQN, dan mengetahui seberapa pentingnya peran Da’i perempuan dalam kegiatan dakwah TQN PP. Suryalaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Adapun data yang dipakai adalah dari hasil wawancara dan observasi, kisah ulama wanita terdahulu, dan sumber sumber-sumber buku yang relevan. Landasan teori yang dipakai adalah teori dakwah, dam komunikasi gender. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa adanya masalah kesenjangan gender dikalangan jama’ah TQN, yang disebabkan oleh kurang luasnya kesempatan yang diberikan kepada kaum perempuan. Dan itu mengakibatkan terjadinya rasa tidak percaya diri dikalangan akhwat. Sehingga terkadang pesan dakwah pun tidak tersampaikan dengan baik karena adanya kesenjangan tersebut. Masalah tersebut bisa diatasi dengan adanya kesadaran semua pihak, yang harus didorong oleh kebijakan tegas dari pihak-pihak yang bertanggungjawab membuat kebijakan.</p> Eunis Khoirunnisa Siti Sarah Sakinayati Hartati Hak Cipta (c) 2021 Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2021-03-29 2021-03-29 3 1 16 29 10.53401/iktsf.v3i1.42 Bimbingan Keagamaan dalam Membina Etika Pergaulan Santri Remaja https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/41 <p>Sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan sesama maka dibutuhkan aturan atau tatacara sehingga pergaulan berjalan dengan baik. Begitupun dengan remaja yang lebih menghabiskan waktunya dengan teman, maka perlu dibimbing untuk bisa menerapkan etika pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bimbingan keagamaan bagi santri remaja, presentase penerapan etika pergaulan, proses bimbingan keagamaan dalam membina etika pergaulan dan faktor pendung penghambat dalam melaksanakan bimbingan keagamaan. Adapun jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan juga angket. teknik analisis datanya terdapat dua yaitu, teknik analisis data kualitatif berupa reduksi data, penyajian data dan kesimpulan, adapun teknik analisis data kuantitatif menghitung prentase angket. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa terdapat beberapa macam bimbingan keagamaan yang dilakukan yaitu bimbingan membaca al-qur’an, bimbingan ibadah, bimbingan perilaku sosial, bimbingan ilmu alat dan muhadoroh. Mengenai penerapan etika pergaulan didapatkan hasil yang berkatagori baik. Adapun metode yang digunakan dalam membina penerapan etika pergaulan adalah metode keteladanan, metode kelompok, metode dars, metode khitabah, wawancara, teguran dan juga sindiran dan materinya dari kitab akhlakul banin dan mukhtarul hadits</p> Yudi Guntara Sintia Astika Hak Cipta (c) 2021 Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2021-03-29 2021-03-29 3 1 30 55 10.53401/iktsf.v3i1.41 Pola Interaksi dan Komunikasi Kyai terhadap Santri di Pesantren Sirnarasa https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/37 <p>Pola interasksi merupakan suatu cara, model, dan bentuk-bentuk interaksi yang saling memberikan pengaruh dan mempengaruhi dengan adanya timpal balik guna mencapi tujuan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola interaksi dan komunikasi Kiyai terhadap Santri di Pesantren Sirnarasa. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik penelitian yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh, kemudian dianalisis dengan beberapa tahapan, yaitu mengumpulkan data tentang pola interaksi dan komunikasi, pengaruh, dan faktor pendukung dan penghambatnya, kemudian diklasifikasikan serta dihubungkan antara satu dengan yang lainnya, untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Data yang ditemukan menunjukan bahwa pola interaksi dan komunikasi Kiyai terhadap santri di Pesantren Sirnarasa, sudah terbentuk secara aktif. Pola yang diterapkan oleh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul terhadap santrinya adalah pola komunikasi verbal, intruksional, personal dan intrapersonal. Dalam hal ini, Kiyai dan Santri berperan sebagai komunikator dan komunikan. Kedekatan antara keduanya semakin intens ketika interaksi sosial mulai diterapkan. Dan pengaruh interaksi dan komunikasi kyai terhadap santri di pesantren sirnarasa sangat terasa. Santri mulai mengikuti prilaku kyainya sehingga tercermin akhlak yang baik. Hasilnya santri dapat berkomunikasi dengan baik dan benar kepada semua orang, akhlak santri semakin meningkat yang ditandai dengan sikap khidmat, dan ta’dzim kepada Kiyai beserta keluarga besar Pesantren Sirnarasa, dan santri semakin memahami dan mematuhi peraturan-peraturan sebagaimana yang telah diterapkan oleh Pesantren Sirnarasa sehingga kegiatan rutinitas santri Pesantren Sirnarasa terkoordinir dengan baik, walaupun terdapat faktor penghambatnya, namun dapat diatasi dengan baik pula.</p> Ahmad Ramdan Maman Usman Hak Cipta (c) 2021 Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2021-03-29 2021-03-29 3 1 56 85 10.53401/iktsf.v3i1.37 Peran Pesantren Salafi dalam Peningkatan Kualitas Akhlak Santri https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/38 <p>Pesantren salafi adalah simbol pendidikan yang matang dan <em>hebeul</em> terlihat banyaknya fakta dari segi ajaran dan orang yang benar matang dan kuat dalam menaungi samudra kehidupan, dibalik itu semua terjadi proses panjang dalam menghasilkan kuwalitas insan rahmatan lil’alamin, insan sebagai simbol peradaban dunia. Salah satu pesantren tersebut ialah pesantren sirnarasa. Metode deskriptif dan pendekatan kuwalitatif digunakan dalam penelitian ini. Sehingga menghasilkan beberapa temuan, diantaranya: sistem pesantren dengan corak salaf; materinya kitab kuning; metode sorogan, hafalan, bandungan dan mudzakaroh; peran pesantren sirnarasa adalah menginegritaskan pendidikan salafi dengan tasawuf; keberhasilan terlihat dalam menjalankan ubudiah dan sikap terhadap manusia. &nbsp;</p> Opik Jamaludin Hak Cipta (c) 2021 Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2021-03-29 2021-03-29 3 1 86 106 10.53401/iktsf.v3i1.38 Aturan Percakapan Aa Gym dalam Dakwah https://jurnal.stidsirnarasa.ac.id/index.php/iktisyaf/article/view/22 <p>Sekian banyak ustadz yang berdakwah, Aa Gym adalah salah satu ustadz yang menarik untuk diteliti, lantaran perkataan nya banyak membuat orang tafakur dan sadar diri, sehingga banyak para jamaah yang bertergantungan untuk hadir secara rutin ke pengajian nya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aturan percakapan Aa Gym dalam dakwah nya, yang meliputi : bagaimana perkataan kuantitasnya, perkataan berkualitasnya, perkataan relevannya, dan perkataan berprilakunya. Sehingga menarik untuk dibahas. Adapun metode yang digunakan adalah Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimaksudkan agar mempermudah mendeskripsikan suatu kasus yang lebih spesifik. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa dakwah Aa Gym memenuhi standart teori aturan percakapan yang ditemukan oleh Paul Grice yang mana percakapan Aa Gym dengan jamaah nya menggunakan perkataan berkuantitas (quantity maxim), perkataan berkualitas (quality maxim), perkataan relevan (relevancy maxim) maupun perkataan berprilaku (manner maxim). Adapun penelitian ini memperkaya kajian komunikasi islam dalam kajian khitobah atau tabligh dalam memanfaatkan teori komunikasi dari Paul Grice.</p> Wahyu Dinata Dulhote Restu Triarti Putri Hak Cipta (c) 2021 Iktisyaf: Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2021-03-29 2021-03-29 3 1 107 128 10.53401/iktsf.v3i1.22